mahasiswa

Mau Berprofesi dari Rumah? Berikut 10 Pilihan Program Studi di Perguruan Tinggi

Akibat adanya pandemi CoViD-19 berdampak pula pada berbagai profesi dan lapangan pekerjaan. Paling terasa selama enam bulan kita hidup bersama virus ini adalah profesi di bidang pariwisata dan yang berkaitan dengannya, misalnya bidang perhotelan, agen wisata, maskapai penerbangan, dan banyak lagi.

Obyek wisata terpaksa ditutup dan hotel mengurangi okupansi jumlah tamu. Banyak pula kantor dan pelaku bisnis yang mengubah kebijakan menjadi work from home (WFH) bahkan work from anywhere (WFA).

Di tengah kegalauan belum tahu sampai kapan kita terbebas dari virus, menerpa pula pada lulusan SMA dan SMK. Mau melanjutkan kuliah, kira-kira program studi yang sekalian saja dipilih bisa berprofesi dari rumah.

Berikut 10 pilihan program studi yang lulusannya bisa berprofesi dari rumah secara mandiri, baik daring maupun luring.

mahasiswa

1 – Psikologi

Sarjana psikologi masih harus melanjutkan pendidikan lagi untuk bisa berpraktek mandiri sebagai psikologi. Peminatan psikologi memang semakin banyak sesuai dengan tuntutan di masyarakat.

Bidang ini cukup fleksibel bisa bekerja di mana saja, sebagai HRD, guru, terapis, membuka sekolah dan lain-lain. Dengan adanya kemungkinan sharing keilmuan melalui daring, sekarang ini sering diadakan seminar daring baik free maupun berbayar.

2 – Kedokteran

Boleh dibilang ilmu kedokteran di masa pandemi ini merupakan garda terdepan untuk membantu mengalahkan virus. Sama halnya sarjana psikologi, sarjana kedokteran harus melalui berbagai tahapan terlebih dahulu untuk bisa berprofesi sebagai dokter dan boleh membuka praktek.

Spesialis bahkan superspesialis (lebih fokus lagi pada spesialis tertentu) amat banyak cabangnya, tetapi pilihan program studi ini memang tak lekang oleh zaman.

3 – Bidan

Kelahiran bayi ada terus dan banyak perempuan yang lebih memilih melahirkan dibantu bidan daripada ke dokter spesialis obsgyn. Bidan setelah boleh berpraktek bisa membuka praktek di rumah atau bergabung pada klinik kesehatan.

Tentunya dengan adanya pandemi, kehati-hatian menerapkan protokol kesehatan harus ketat diterapkan, demi kesehatan semuanya.

4 – Arsitektur

Alumni program studi arsitektur sering disebut sebagai arsitek. Sejak sebelum pandemi, pilihan program studi arsitektur merupakan profesi fleksibel bisa dilakukan dari mana saja.

Apalagi dengan adanya software grafis dan memakai laptop, arsitek bisa konsultasi dengan klien dari rumah, di lokasi site yang akan di bangun, atau dalam perjalanan.

Hasil karya gambarnya pun bisa dikirim via internet, tidak perlu harus dicetak terlebih dahulu dan dikirim dalam bentuk berkas. Walaupun demikian kala tahap pembangunan, tentunya arsitek harus turun ke lapangan untuk mencek agar bangunan dilaksanakan sesuai rancangan.

5 – Desain

Desainer, julukan bagi alumni sekolah desain, sama dan sebangun dengan profesi arsitek. Sekarang ini terbagi-bagi lagi menjadi sub-sub pilihan program studi, misalnya Desain Komunikasi Visual, Interior, Produk, Tekstil, atau Fashion.

Desainer juga bisa berkarya mandiri sebagai freelancer dari rumah dan konsultasi karya dengan klien melalui internet. Bila segala sesuatu sudah deal dan cocok, karya bisa diselesaikan dan dikirim melalui ekspedisi. Selanjutnya fee desain dan biaya produksi tinggal ditransfer. Selesai.

6 – Ilmu Komputer

Pilihan program studi ilmu komputer pun cabang keilmuannya banyak, ada tentang perangkat lunak dan sistem informasinya, ada yang perangkat keras.

Di era adaptasi kebiasaan baru, masyarakat masih mengandalkan komunikasi jaringan dan segala printilannya. Maka profesi yang berkaitan dengan internet tetap laris, mau ada pandemi atau tidak.

7 – Agama

Ketika seseorang menempuh studi yang berkaitan dengan agama, tentunya ada cita-cita tersendiri pada individunya.

Adapun profesinya bisa sebagai guru, dakwah, perdalam tafsir, atau peneliti. Dengan adanya internet, memudahkan para alumninya untuk terjun mandiri sebagai pendakwah atau syiar agama.

8 – Bahasa

Bahasa menunjukkan bangsa, tetapi memudahkan berkomunikasi bila kita juga mempelajari bahasa asing. Di perguruan tinggi pilihan program studi kebahasaan menjadi bagian dari fakultas Sastra.

Alumni SMA yang memilih program studi bahasa bisa berprofesi sebagai penerjemah, membuka kursus dari rumah offline atau online, atau menjadi pengajar. Kadang pilihan bahasa yang jarang diketahui orang, misalnya bahasa Rusia, Swahili, Spanyol, atau Turki, justru menjadi peluang dicari orang karena jarang yang menguasai.

9 – Kuliner

Perguruan tinggi yang membuka pilihan program studi berkaitan dengan kuliner biasanya menjadi bagian dari Sekolah Tinggi atau Institut Pariwisata. Tetapi banyak juga chef atau ahli masak yang membuka kursus atau pelatihan tentang ini. Bahkan video Youtube pun banyak link-link yang membagi langkah-langkah memasak.

Seseorang yang telah lulus dari program studi tata boga atau patiseri bisa banget berprofesi dari rumah dengan menjual hasil masakan dan ditawarkan melalui media sosial.

10 – Penulis

Sebetulnya tidak ada pilihan program studi di perguruan tinggi dengan nama program studi penulis. Banyak sarjana teknik, pertanian, dokter, atau lainnya, yang tak ada kaitan dengan tulis-menulis tapi berprofesi sebagai penulis.

Profesi penulis bisa melebar ke penulis buku, bloger, influencer atau buzzer. Di era adaptasi kebiasaan baru kala orang terbatas untuk bertemu, maka keahlian menulis dibutuhkan saat ini.

Nah, demikianlah 10 profesi yang bisa kalian lakukan dari rumah bila telah selesai menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Bagaimana dengan profesi-profesi lain yang sementara ini belum banyak berkiprah?

Jangan khawatir, pandemi justru membuat manusia harus kreatif dan banyak akal mencari solusi. Pelajari ketrampilan lain untuk menambah wawasan dan persiapan menghadapi persaingan di dunia kerja nanti.

Leave a Reply

css.php
Skip to toolbar